Sejarah perjalanan rupiah kita dari semula 1 US$ = Rp. 1.88 hingga 1 US$ = Rp. 9.200

6 Maret 1946 : 1 rupiah menjadi 3 sen. Satu rupiah Jepang disamakan dengan tiga sen uang NICA yang mulai saat itu dinyatakan sebagai pengganti uang Jepang di daerah yang diduduki Sekutu.

7 Maret 1946 : Devaluasi rupiah sebesar 29,12%. Semula US$ 1 = Rp 1,88 menjadi US$ 1 = Rp 2,6525. Akan tetapi nilai tukar US$ dipasar bebas 19,50 pada Januari 1948

20 September 1949 : Devaluasi rupiah 1 US$ = Rp 3,80 Dengan catatan saldo perdagangan Indonesia sedang mengalami fase sangat tidak normal akibat kondisi perang dan revolusi

23 Oktober 1949 : Rp 100 = satu rupiah ORI (berlaku di luar Jawa dan Madura). Khusus di Jawa dan Madura, kurs penukaran adalah 5 : 1.

Februari 1952 : Devaluasi Rupiah sebesar 66,67%. Semula US$ 1 = Rp 3,80 menjadi US$ 1 = Rp 11,40. Dipasar gelap tahun 1954 1 US$ = Rp. 44,- dan tahun 1955 1 US$= Rp.48,-

25 Agustus 1959, uang harus “dikebiri” lagi. Uang kertas Rp 1.000,- (yang disebut si Gajah) dan Rp 500,- (si Macan) dinyatakan susut nilainya hingga tinggal 10%. Simpanan di bank yang nilainya melebihi Rp 25.000,- dibekukan. Maka cerita pilu pun bermunculan.

Rupiah didevaluasi dari 1 US$ = Rp. 11.40 menjadi 1 US$ = Rp. 45. Dipasar gelap 1 Us $ = Rp. 93,75 pada akhir September 1959 naik menjadi Rp. 250 akhir Desember 1959 dan Rp.550 pada akhir Januari 1960 dan Rp. 1000 pada akhir Desember 1962, Rp. 1300 akhir Januari 1963 menjadi Rp. 1900 Desember 1963

Tahun 1964 Rupiah didevaluasi 1 US$ = Rp. 250 namun dipasar gelap Januari 1964 = Rp. 2000,- Desember 1964 = Rp. 4700, Januari hingga Desember 1965 berturut-turut = Januari =Rp. 9.000, Feb = 8.500, Mar = 9000, Apr = 10.000, Mei = 10.000, Jun = 9.000, Jul = 11.000, Ags = 13.000, Sep = 12.000, Okt = 14500, Nov = 28.000, dan Desember 1965 Rp. 35.000 per Dolar AS. ‘Kejatuhan Bung Karno’

13 Desember 1965, Rp 1.000,- uang lama harus ditukarkan dengan uang baru senilai Rp 1,-. Keparahan ekonomi ini terlihat dari nilai AS $ 1 yang mencapai Rp 10.000,- uang lama (sama dengan kurs di awal 1998) atau Rp 10,- uang baru.

17 April 1970 Devaluasi 1 US $ = Rp. 378,-

Orde Baru perlahan-lahan mulai membangun perekonomian, pun dengan langkah devaluasi. Nilai rupiah dipotong 10% menjadi Rp 415,-/AS $ 1 pada 23 Agustus 1971.

“Kenop 15″ (1978) mematok AS $ 1 pada Rp 625,-. Orang miskin makin menjerit karena harga barang langsung melonjak

Karena tak sanggup menyangga rupiah, apa mau dikata, pemerintah harus memangkas lagi rupiah pada 29 Maret 1983. Dari Rp 700,- menjadi Rp 970,- per AS $ 1. Itulah mimpi buruk ketujuh.

“Pakto 88″, kependekan dari Paket Oktober 1988, berupa deregulasi perbankan dan upaya peningkatan kegairahan berinvestasi, dalam jangka pendek berhasil mendongkrak pertumbuhan. Namun, rakyat kebanyakan hanya bisa menyimpulkan, deregulasi tak lebih dari pengukuhan kejutan keuangan dua tahun sebelumnya, saat dolar AS melonjak ke angka Rp 1.600,–an.

Sejak Oktober 1997, rupiah dibiarkan mengambang bebas (free floating) sesuai pasar. Benar saja, dolar AS naik dari Rp 2.300,- ke Rp 3.100,- , ke Rp 4.000,-, melompat ke Rp 5.500,-, dan seterusnya. Pengamat pasar uang Theo Francisco Toemion mengistilahkan “rupiah terjun bebas” karena depresiasi puluhan persen tak lagi dalam kurun tahunan atau bulanan, melainkan harian.

Puncaknya adalah ketika AS $ 1 bernilai Rp 17.200,- pada April 1998, berarti rupiah terdevaluasi 750% dalam setahun. Terbayang akibat kejutan kesembilan ini, orang makan ayam goreng beserta kentang impor dan sayurannya harus membayar Rp 100.000,-, walau jika didolarkan tak lebih dari AS $ 6.' Kejatuhan pak Harto'

Sumber
Baca Selengkapnya...

Misteri Manusia Reptil


Manusia Kadal merupakan istilah yang tidak spesifik untuk satu cryptid tertentu melainkan digunakan untuk menggambarkan spektrum yang luas dari manusia purba berjalan tegak atau disebut juga Homo-subterreptus.


Meskipun banyak dari spesies reptil yang tidak dikenal manusia, akan tetapi berdasarkan kesaksian orang-orang yang telah melihat fisiknya seakan menunjukkan tanda-tanda evolusi paling sukses oleh spesies reptil yang merupakan spesies tertua di dunia.


Banyak teori telah disajikan dalam kaitan tentang identitas Manusia Kadal. Teori lain menyatakan bahwa mereka mungkin alien, karena banyak keterangan tentang kasus penculikan oleh alien-alien berwujud manusia reptil. Mungkin juga Manusia Kadal adalah salah satu dari sisa-sisa makhluk Kriptozoologi yang masih bertahan di planet ini.


Berdasarkan laporan yang ada, penampakan Manusia Kadal banyak terjadi di Afrika Selatan dan beberapa wilayah di Amerika Serikat.

Sumber
Baca Selengkapnya...

Air Terjun Angel Falls


Angel Falls adalah air terjun yang sangat terkenal di daratan Amerika Selatan. Terletak di dataran tinggi Guavana Venezuela, diyakini bahwa air terjun tersebut memiliki tinggi 15 kali dari Niagara Falls yang berada pada 2.937 meter diatas permukaan laut.

Air terjun yang dikenal sebagai air terjun paling menarik di seluruh dunia ini terbentuk saat arus sungai jatuh dari puncak Auyantepui, atau dikenal dengan nama lain 'Lembah Iblis' yang ketinggiannya mencapai 979 meter. Sedangkan Angel Falls sendiri dinamai ketika seorang pilot bernama Jimmy Angel mengalami kecelakaan saat pesawatnya jatuh di wilayah itu.

Ada banyak kegiatan yang dapat anda lakukan di Angel Falls. Selain melihat air terjun, ada panjat tebing, arung jeram dan wisata helikopter yang sangat populer disana. Sejumlah penginapan yang tersedia di Angel Falls, salah satunya adalah Classic Hoturvensa merupakan tempat yang sangat baik untuk melihat pemandangan paling spektakuler sepanjang hidup anda.

Ini adalah sebuah tempat yang luar biasa dan anda dapat bersantai sambil melihat deburan derasnya air dari atas lembah. Angel Falls adalah tujuan wisata yang sangat menakjubkan di Venezuela.

Sumber
Baca Selengkapnya...

Kota Batu Cappadocia


Di tengah kemodernan zaman yang sedang melanda bangsa Turki, ternyata disana masih terdapat pemandangan unik dimana terdapat kota bawah tanah yang seluruhnya dipahat dari batu.


Adalah Cappadocia, sebuah kota hilang yang memiliki banyak rahasia di setiap sudutnya. Tanda-tanda dari jejak kerajaan masa lampau yang menakjubkan telah terkubur disana selama ribuan tahun.


Cappadocia terletak sekitar 200 mil di selatan Ankara, ibukota Republik Turki. Inilah kota pertama di dunia dimana rakyatnya hidup di bawah tanah. Kota ini pertama kali diukir oleh bangsa Het dari kerajaaan Hittites lebih dari 3.000 tahun yang lalu. Berdasarkan data sejarah, kerajaan Hittites merupakan salah satu imperium termaju di dunia kuno yang berkuasa dari 1700 SM sampai 1190 SM.


Dari tulisan-tulisan kuno yang ditemukan oleh para arkeolog, kelihatannya mereka menjadikan Cappadocia sebagai tempat pengungsian terakhir dari tekanan penjajah yang mereka sebut sebagai "Bangsa Laut". Tampaknya orang-orang Hittites telah berkembang di kawasan tersebut selama lebih dari 500 tahun. Tetapi di abad 12 SM, mereka menghilang secara misterius.


Sejarah panjang Cappadocia memberi kita petunjuk tentang segelintir orang yang membuat penampungan batu sederhana yang berkembang menjadi benteng dan labirin besar di bawah tanah dimana dapat menampung manusia sebanyak 20.000 orang. Lanskapnya yang unik menjadikan Cappadocia sebagai salah satu tujuan wisata paling populer di dunia. Ratusan rumah-rumah kuno dan benteng-benteng besar saling terhubung sampai ke pegunungan.


Kota bawah tanah Cappadocia diawetkan oleh masa lalu yang misterius. Akan tetapi pada hari ini, penduduk setempat kembali bergerak kesana dan mengubahnya menjadi hotel mewah, butik, dan museum. The Goreme Open Air Museum adalah situs yang paling banyak dikunjungi oleh para turis di Cappadocia dan merupakan salah satu situs paling terkenal di Turki.

Sumber
Baca Selengkapnya...

Penjualan Tiket Ricuh, Seorang Ditemukan Tewas

Penjualan tiket kelas tiga final leg kedua Piala AFF antara Indonesia melawan Malaysia seharga Rp 50 ribu diserbu ribuan pendukung tim nasional atau timnas sehingga kembali ricuh, Ahad (26/12). Pendukung timnas geram lantaran panitia lokal hanya membagikan nomor urut beli kupon, bukan kupon pengganti tiket yang dapat ditukarkan 28 Desember mendatang.

Padahal, sekalipun mengantre sejak pagi tadi, mereka belum mendapat penjelasan dari panitia. Hingga siang ini, antrean terus mengular di 20 loket yang disiapkan panitia lokal. Tumpukan suporter tim Garuda berdesak-desakan dan juga saling dorong. Akibatnya sejumlah pengantre pingsan. Suasana semakin kacau dengan ditemukannya seorang pria yang tewas.

Suporter menilai panitia lokal tidak becus menjalankan distribusi tiket. Terlebih, sampai sekarang loket masih ditutup. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai temuan tewasnya pria di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Sejak Ahad dini hari, ribuan calon pembeli tiket memang sudah antre di Stadion Utama Gelora Bung Karno, untuk mendapatkan tiket final Piala AFF. Para pendukung timnas ini sebagian sudah datang ke Gelora Bung Karno pada Sabtu malam. Para pengantre ini tidak hanya berasal dari Ibu Kota, tak sedikit pula yang datang dari luar Jakarta [baca: Antre Tiket, Ribuan Orang Menginap di GBK].(ASW/ANS)

Sumber: Liputan 6
Baca Selengkapnya...

Indonesia Dapat Ucapan Selamat dari Ryan Babel

Gelandang Liverpool, Ryan Babel, ternyata mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia, terutama kiprah timnasnya. Bahkan, dia langsung memberi ucapan selamat kepada Firman Utina dkk yang sukses menekuk Filipina 1-0 pada semifinal Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (16/12/2010).

“Good luck Indonesia and good luck Irfan Bachdim,” ucap Ryan Babel lewat akun Twitter-nya, yang artinya selamat buat Indonesia dan selamat pula buat Irfan Bachdim.

Babel memang pemain asal Belanda. Dia cukup familier dengan cerita Indonesia, termasuk sepak bolanya. Apalagi, kini Indonesia diperkuat Irfan Bachdim yang juga dari Belanda.

Perhatian Babel tidak hanya di situ saja. Sebelum pertandingan lawan Filipina, Babel mengajak rekan-rekan Twitter-nya untuk mendukung Indonesia.

“Don’t forget to support Indonesia. They playing today,” begitu tulis Babel di akun Twitter-nya.

Dia tampak punya perhatian dan dukungan khusus kepada “Tim Garuda”, sampai-sampai mengajak komunitas Twitter untuk mendukung Irfan Bachdim dkk.

Source: koranbola.info
Baca Selengkapnya...